Jumat, 30 Januari 2015

Mengenal Batu Akik Asal Palu Bernama Lidah Buaya

Batu-Lidah-Buaya-2Saat masyarakat Indonesia saat ini sedang demam dengan batu akik asal daerah Pulau Bacan, Ternate, Halmahera Selatan Maluku Utara, tidak demikian dengan warga di Palu Sulawesi Tengah. Disaat orang sedang berburu batu Bacan, warga di Kota Palu malah beburu batu lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan batu Bacan. Salah satu batu lokal yang mulai diminati dan diburu bernama Batu Lidah Buaya.


Selain batu Lidah Buaya Palu, para kolektor dan pemburu batu mulia lokal ini juga menemukan sejumlah jenis batu lain yang menurut mereka tidak ada di daerah lain, meski ada pula batu mulia yang sama dengan Bacan dan palamea yang mereka temukan di sejumlah lokasi di Sulawesi Tengah. Beberapa batu lokal itu ada yang belum diberi nama. Misalnya, batu fosil dengan guratan putih, batu Palolo dan batu Bangga yang coraknya aneh, mirip dengan loreng milik TNI.

 

Batu-Lidah-Buaya-1

Jika anda penasaran ingin melihat lebih dekat seperti apa batu lokal Palu ini, silakan melihatnya di sejumlah tempat pengolahan batu mulia di Kota Palu. Salah satunya di Lorong Kerajinan Jalan Rajamoili Palu ini.(


Menurut Zia Ul Haq Ali, kolektor batu lokal, Batu Lidah Buaya Palu ini ditemukan oleh warga di Desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Batu Lidah Buaya Palu ini juga sudah diuji di laboratorium gemologi Dufau Gemological Laboratories (DGL) di Jakarta. Hasilnya, batu jenis ini memiliki kepadatan yang berbeda dengan jenis batu mulia lainnya di Indonesia. Batu ini juga sudah mendapat sertifikat dari DGL dengan nama mineral Natural Green Moss Agate (Chalcedony)

Kamis, 22 Januari 2015

Pameran Batu Akik digelar di Luk Ulo 2015



KEBUMEN – Guna memperkenalkan bebatuan mulia khas Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, komunitas pecinta batu menggelar pameran dan kontes batu akik. Sejumlah batu akik menarik perhatian sejumlah pengunjung karena memiliki corak bentuk dan harga yang fantastis. (Berita Satu TV)

Makin ramai saja komunitas pecinta batu di Indonesia.

Sabtu, 17 Januari 2015

Batu Bacan Doko dan Bacan Palamea Dari Maluku Utara Masih Tebar Pesona

[caption id="attachment_6888" align="alignright" width="300"]Batu Cincin Bacan Batu Cincin Bacan[/caption]

Pesona batu bacan doko dan batu bacan palamea memang tak ada habisnya. Apakah harga batu Bacan yang mahal ini juga dinikmati manfaatnya oleh para penduduk asli?


Dari begitu banyaknya kekayaan alam yang dihadirkan di Maluku Utara, adalah bacan sebuah nama pulau, nama kerajaan, sekaligus juga nama batu mulia yang telah melambungkan namanya ke mancanegara. Untuk yang terakhir itu, bacan sebagai nama jenis batu mulia telah tersohor hingga ke luar negeri bukan hanya di masa sekarang melainkan sejak abad pertengahan dimana kawasan ini menjadi pusat rempah-rempah di penjuru bumi.


Walaupun pamor batu bacan menguat beberapa tahun belakangan di kalangan peminat batu mulia namun sebenarnya orang di kawasan empat kerajaan Maluku (Terante, Tidore, Jailolo, dan Bacan) sudah mengetahui jauh sebelumnya. Nama pulau penghasil batu bacan sendiri adalah Pulau Kasiruta. Akan tetapi, penisbahan nama bacan diawali dari tempat pertama kali batu itu diperdagangkan, yaitu Pulau Bacan yang tidak seberapa jauh jaraknya dari Pulau Kasiruta.


Batu bacan adalah 'batu hidup' karena kemampuannya berproses menjadi lebih indah secara alami ataupun cukup dengan mengenakannya setiap hari dalam bentuk cincin, kalung, ataupun kepala sabuk. Batu bacan dengan inklusi atau serat batu yang banyak secara perlahan akan berubah menjadi lebih bersih (bening) dan mengkristal dalam waktu puluhan tahun.


Misalnya, batu bacan warna hitam secara bertahap mampu berubah menjadi hijau. Tidak cukup berproses sampai di situ, berikutnya batu ini masih bisa berubah lagi dalam proses 'pembersihan' sehingga menjadi hijau bening seperti air. Untuk mempercepat proses tersebut  biasanya pemilik batu bacan akan terus-menerus memakainya hingga barganti warnanya.



Bukan hanya bisa 'hidup' berubah warna secara alami, batu bacan juga untuk beberapa jenis dapat menyerap senyawa lain dari bahan yang melekatinya. Seperti sebutir batu bacan hijau doko yang dilekatkan dengan tali pengikat berbahan emas mampu menyerap bahan emas tersebut sehingga bagian dalam batunya muncul bintik-bintik keemasan.


Kehebatan batu bacan yang berubah warna secara alami dan mencerap bahan melekatinya itulah yang membuat pecinta batu mulia di luar negeri dari China, Arab, dan Eropa tercengang dan kagum terhadapnya. Selain itu, batu bacan juga memiliki tingkat kekerasan batu 7,5 skala Mohs seperti batu jamrud dan melebihi batu giok. Dengan keistimewaan dan keunggulan batu bacan itulah banyak pecinta batu mulia dari luar negeri memburunya sejak tahun 1994. Di Indonesia sendiri batu ini baru popular belakangan sejak 2005 dimana sekarang harganya sangat mahal serta kurang masuk akal bagi orang awam.


Eksplorasi batu bacan sendiri di Pulau Kasiruta tidaklah mudah karena perlu penggalian tanah hingga lebih dari 10 meter. Penambang batunya perlu mencari di tanah terdalam demi mencari urat-urat galur batu bacan. Meski lebih identik dengan warna hijau, batu bacan sebenarnya memiliki ragam warna lain seperti kuning tua, kuning muda, merah, putih bening, putih susu, coklat kemerahan, keunguan, coklat, bahkan juga beragam warna lainnya hingga 9 varian.


Batu bacan dikenal telah menjadi perhiasan hampir setiap warga sejak masa empat kesultanan (Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan) di Maluku Utara, baik itu oleh pria maupun wanita. Bahkan, batu bacan terbaik menjadi penghias mahkota para sultan yang masih ada hingga saat ini seperti pada mahkota Kesultanan Ternate. Sering pula batu ini menjadi hadiah bagi tamu yang menyambangi pulau-pulau di Maluku. Tahun 1960 saat Presiden Soekarno berkunjung ke Pulau Bacan dihadiahi warga di sana berupa batu bacan. Presiden SBY juga sempat menghadiahi Presiden Amerika Serikat, yaitu Barrack Obama berupa cincin batu bacan saat datang ke Indonesia.


Jika Anda mengunjungi Ternate, Tidore, Jailolo, atau pun Pulau Bacan maka pastikan mendapatkannya untuk sebuah cenderamata. Akan tetapi, perlu kecermatan memilih atau mintalah saran orang yang memahaminya terkait keasliannya. Hindari pula membeli batu bacan 'mati' yang dibentuk jadi mata kalung atau mata cincin dimana terkadang batu tersebut tidak akan berkembang lagi.




Untuk panduan singkat bahwa jenis batu bacan berkualitas yang umum dikenal dan beredar di pasaran ada dua, yaitu bacan doko dan bacan palamea. Bacan doko kebanyakan berwarna hijau tua sedangkan bacan Palamea berwarna hijau muda kebiruan. Nama palamea dan doko sendiri diambil dari nama desa di Pulau Kasiruta. Kedua desa tersebut memiliki deposit batu bacan cukup banyak selain di desa Imbu Imbu dan Desa Besori. Batu bacan sendiri merupakan jenis batu krisokola yang kebanyakan berwarna hijau kebiruan. Kekerasan awal batu ini berkisar antara 3-4 pada skala Mohs. Batu Bacan berkualitas adalah yang telah mengalami proses silisifikasi sehingga kekerasannya mencapai 7 pada skala Mohs. Batu bacan yang sudah memproses alami akan terlihat mengkilat dan keras ketika sudah dipoles

.

Jumat, 16 Januari 2015

Batu Klawing, Batu Mulia Darah Kristus

Batu mulia darah Kristus yang cukup langka, ditemukan di sekitar aliran Sungai Gintung yang merupakan salah satu anak Sungai Klawing, di Kabupaten Purbalingga. Batu yang cukup diincar kalangan bangsawan Prancis itu ditemukan oleh ahli geologi Institut Teknologi Bandung Budi Brahmantyo dan Sekretaris Jenderal Masyarakat Batu Mulia Indonesia , Sujatmiko, dengan dibantu puluhan mahasiswa Geologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Di sekitar aliran Sungai Gintung juga ditemukan banyak batu bertekstur pipih pada satu sisi dan tebal di sisi lain seperti kapak genggam. Diduga batu-batu itu adalah hasil buatan manusia masa pra-sejarah zaman neolitikum antara 5.000 sampai 10.000 tahun yang lalu.

Menurut Sujatmiko, temuan batu darah Kristus yang dikenal sebagai le sang du Christ di Prancis, merupakan temuan yang paling menarik. Selama ini, batu itu baru ditemukan di India, dan belum ditemukan di daerah lain di Indonesia.

Batu tersebut, memiliki ikatan emosional dengan umat Kristiani karena bercak merah pada batu jasper berwarna dasar hijau itu diyakini tetesan darah Yesus Kristus saat disalib. Karenanya bagi kalangan bangsawan Prancis, batu itu digunakan sebagai cap kebangsawanan. 

"Saya pernah diminta oleh seorang bangsawan Prancis mencari batu darah Kristus itu. Tapi saat itu, saya tidak punya dan tak tahu mau dicari di mana," ucapnya.

Batu darah Kristus juga digunakan oleh ilmuwan kuno untuk mempelajari siklus matahari. Karenanya, batu itu dikenal sebagai heliotrop. Sementara bagi warga sekitar aliran Sungai Gintung di Desa Arenan, Kecamatan Kaligondang, batu darah Kristus dikenal sebagai nogo sui karena warnanya yang menarik.

Batu darah Kristus sebetulnya sudah menjadi buah bibir sejak tahun 1985 dengan nama populernya batu klawing. Namun karena baru sebatas buah bibir, kami pun tidak tahu pasti seperti apa batu klawing itu. Baru kali ini, ternyata batu klawing itu adalah batu darah Kristus.

Selain menyimpan batu mulia yang cukup langka, menurut ahli geologi ITB Budi Brahmantyo, Sungai Gintung juga menyimpan bebatuan hasil budaya neolitikum berupa kapak genggam untuk menetak maupun memukul.

"Namun untuk membuktikan aliran sungai itu merupakan situs budaya manusia masa pra-sejarah , harus didukung oleh pencarian kerangka manusia purba. Kalau memang ada, aliran sungai itu harus dikonservasi sebagai situs arkeologi," kata Budi yang juga Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata ITB.

Sementara, di sepanjang aliran Sungai Gintung hingga kawasan muaranya di Sungai Klawing, cukup banyak ditemukan penggalian batu dan pasir. Hal itu pun dilegalkan oleh pemerintah daerah setempat. "Jangan sampai batu-batu berharga ini ikut diambil oleh para penggali batu dan pasir. Temuan ini harus segera ditindaklanjuti," kata Budi.

Setelah memperoleh laporan temuan tersebut, Bupati Triyono Budi Sasongko mengaku, sama sekali tidak mengetahui kalau Sungai Gintung menyimpan batu-batu mulia dan artefak neolitikum cukup berharga. "Masalahnya, kami kan tidak tahu macam-macam batu sungai. Tetapi d engan adanya hasil laporan temuan ini, tentu akan kami dukung untuk eksplorasi selanjutnya, termasuk untuk pembuatan museumnya.

Batu Bio Solar Aceh Kian Memikat


Mineral adalah suatu zat yang terdapat di alam baik itu digunung, disungai, di laut maupun didalam endapan tanah merupakan komposisi kimia yang khas sehingga membentuk struktur Khas Kristal yang unik nan indah , terkadang dapat menjelma dalam bentuk-bentuk dan ciri-ciri tertentu, ada yang membentuk wujudnya menjadi batu permata atau batu mulia, ini adalah anugerah dari Allah SWT yang patut di syukuri oleh mayarakat Aceh yang merupakan salah satu daerah yang dilirik oleh mata dunia karena kekayaan mineral yang di memiliki nya.

Aceh merupakan sebuah provinsi di Indonesia. Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia. Ibu kotanya adalah Banda Aceh. Jumlah penduduk mencapai sekitar 4.500.000 jiwa. Letaknya yang strategis berdekatan dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India dan terpisahkan oleh Laut Andaman. Aceh berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan Sumatera Utara di sebelah tenggara dan selatan.

Salah satu kekayaaan yang di miliki oleh aceh adalah batu mulia atau akrabnya di kenal dengan sebutan Giok Aceh, Giok Aceh saat ini menjadi pembicaraan hangat dikalangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Memakai batu Idocrase Bio Solar Aceh melingkari jari bukan lagi sekedar hobby akan tetapi menjadi pilihan bisnis yang sangat menguntungkan. Ada beberapa jenis batu mulia / Idocrase Bio Solar Aceh yang menjadi primadona atau paling dicari-cari oleh para penghoby dan pebisnis baru Idocrase Bio Solar Aceh.

Harga batu giok di Kabupaten Aceh Tengah kian hari kian melambung, seiring permintaan yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir ini. Untuk satu kilogram, harganya sudah ada yang seperti emas, mencapai jutaan rupiah, seiring belum ada regulasi dari pemerintah, kecuali harga yang berlaku di pasar bebas.

Potensi batu yang kita miliki hanya ada dua jenis, nefrit dan indocrase yang memiliki ratusan jenis kata salah seorang kolektor batu di Aceh Tengah.Menurutnya, kualitas batu mulia atau giok yang berada daerah dataran tinggi Gayo (DTG) merupakan kualitas terbaik, namun, belum ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Penambangan maupun peredaran batu giok di Aceh Tengah, terkesan tanpa aturan. Semestinya pemerintah bisa membuat semacam perda yang mengatur yang berkaitan dengan batu mulia ini, sehingga peredaran serta penjualannya bisa terkontrol dengan baik. yang dikhawatirkan dalam beberapa tahun ke depan, potensi ini akan terkuras habis.

Berbicara tentang harga, berlaku hukum ekonomi ataupun hukum dagang, dimana harga semakin tinggi, jika barang sedikit, tetapi permintaan tinggi. Bahkan untuk saat ini, indocrase jenis solar maupun bio solar, mencapai jutaan rupiah per kg, bahkan harga bisa lebih tinggi jika kualitas batu yang dijual bermutu tinggi.

Sebenarnya batu indocrase banyak jenisnya, hanya saja sekarang orang menyebut, ada batu solar dan bio solar. Itu hanya bahasa pasaran saja. Untuk batu giok indocrase, terbagi menjadi ratusan jenis, diantaranya jenis solar, bio solar, lumut, totol gerimis, totol jarum, belimbing, neon, serta beragam jenis lainya.

Sedangkan penamaan giok tersebut, bukan nama sebenarnya atau nama ilmiah, melainkan hanya penyebutan disesuaikan dengan bentuk dan warna. “Kalau barang jadi, kisaran harganya mulai dari harga Rp 3 juta, hingga sampai puluhan juta rupiah. Karena memang batu mulia dari daerah ini bernilai tinggi.

Sementara, demam batu giok di daerah penghasil kopi itu, telah merasuki hampir semua kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, batu giok sudah menjadi bagian dari perbincangan sehari-hari.

Bahkan, kawasan Bale Atu yang berada di pusat Kota Takengon, seakan telah berubah menjadi “kampung giok” lantaran di setiap hari dipadati warga yang ingin membuat batu cincin. Di sepanjang jalan di kawasan Bale Atu, berjajar para perajin batu cincin.

Daerah penghasil batu giok di Kabupaten Aceh Tengah untuk saat ini, terdapat di kawasan Kampung Lumut, Kecamatan Linge, Kampung Pantan Reduk, Kecamatan Linge, Atu Lintang Kecamatan Atu Lintang serta Jagong Jeget, Kecamatan Jagong Jeged.

Batu Bio Solar Aceh Miliki Keunikan Tersendiri

Beragam batu mineral yang menjadi kekayaan alam Indonesia akan selalu menjadi incaran dan buruan para kolektor serta pecinta batu akik. Mulai cari batu akik bacan yang sudah sangat popular hingga manca Negara, batu lavender dari sumetera selatan yang makin berkibar di kancah nasional, batu hijau garut dan batu akik bio solar aceh, serta masih banyak batu akik lainnya yang tak kalah populernya.

Batu idocrase bio solar aceh memiliki keunikan dan keindahan tersendiri di bandingkan dengan batu akik lainnya, maka tak heran jika Batu idocrase bio solar aceh memiliki penggemar fanatic tersendiri. Warnanya yang sangat indah, mampu membuat jenis batu akik ini menjadi buruan para kolektor yang menyukai batu permata dengan warna yang indah.

Batu idocrase bio solar aceh termasuk dalam batuan yang memiliki tingkat kehalusan dan keberagaman warna yang mengagumkan. Bahkan batu idocrase bio solar dalam sebuah pameran Indonesia gemstone beberapa waktu lalu di Jakarta, mampu terjual hingga 200 juta rupiah.

Banyak yang menjadikan Batu idocrase bio solar aceh yang indah ini sebagai batu cincin penghias jari ataupun sebagai aksesoris perhiasan lainnya. Bagi kita yang suka tampil modis dan modern, tentu tak salah jika di salah satu jari kita melingkar sebuah cincin berhiaskan batu idocrase bio solar aceh.

Sementera bagi kita yang baru akan menggeluti dunia batu permata, dan saat ini sedang mencari Batu idocrase bio solar aceh, sebaiknya membekali pengetahuan tentang cara membedakan batu akik asli dengan batu akik sintetis, atau kita juga bisa mengajak seorang teman yang telah  mahir dalam dunia batu mulia. Jika kita ingin membeli sendiri baik online ataupun toko konvensional, carilah referensi yang benar-benar terpercaya, hal ini agar uang yang telah kita keluarkan tidak menjadi sia-sia.

Demikianlah sajian singkat kita tentang Batu idocrase bio solar aceh ini, semoga dengan tulisan diatas bisa menambah wawasan dan inspirasi bagi kita semua, salam sukses untuk anda.

Kamis, 15 Januari 2015

Iseng Jualan Batu Mulia Omset Hampit Tembus 5 Juta Per Hari

[caption id="attachment_6884" align="alignright" width="300"]Jual Beli Batu Permata Jual Beli Batu Permata[/caption]

Jual beli batu permata yang berawal dari iseng-iseng ini bisa ternyata menghasilkan omzet penjualan Rp3 juta per hari. Tapi begitulah yang lakoni M yusuf yang mempunyai usaha batu permata bernama Yusuf Gemstone yang berdomisili di Pasuruan, Jawa Timur.

Pak Yusuf menjelaskan dalam usaha batu permata yang dikelolanya sejak tahun 1997 ini dimulai dari keisengan, alias coba-coba meneruskan usaha orang tua. Orang tua Yusuf sendiri sudah lama bergelut di bisnis batu permata ini.

"Iseng-iseng saja, awalnya saya tidak berminat. Selanjutnya tanpa saya larut dalam usaha ini saja," ungkap Yusuf di acara festival UKM di Smesco, Jakarta akhir pekan lalu.

Melanjutkan keisengannya, lama- lama Yusuf mulai tertarik karena untung yang dia peroleh juga lumayan banyak. Sekarang ini, omzet usaha batu permata Yusuf mencapai Rp3 juta per hari.

"Tiap hari kadang tidak dapat, kadang dapat sejuta rupiah. Maksimal sehari Rp3 juta. Belum pernah saya mas dapat Rp5 juta. Kadang faktor kapasitas barang yang saya miliki juga," tambahnya.

Meski usahanya ini dinilai main-main namun menghasilkan, tapi dia mengaku selama menjalani usaha ini dia tidak pernah mengalami kerugian atau kesusahaan dalam usahanya. Namun ketika ditanya tips dan triknya, pemuda berjenggot ini hanya tersenyum. "Ga pernah jatuh, ga pernah rugi. Lancar terus usahanya," imbuhnya.

Supaya mendapatkan bahan batu permatanya sendiri dia mengaku mendapatkannya dari luar negeri. Karena, menurut dia tambang batu permata ini di Indonesia agak susah. Namun hasilnya nanti juga sebagian dijual ke luar negeri. "Memang sebagian batu dapatnya di luar negeri, nanti dari sini dijual ke luar negeri," tambahnya.

Untuk tambang batu permata ini sendiri yang paling bagus adalah tambang di Myanmar, Srilanka. Walau demikian untuk belanja batu permata miliknya dia mengaku membelinya dari Thailand dengan memesan pada seorang teman sehingga harganya pun menjadi murah. "Belanjanya di Thailand, teman saya punya istri di sana, jadi harganya bisa miring," ungkap dia.

Untuk harga sendiri, dia mengaku juga bermacam macam tergantung jenis dari batu permata itu sendiri. Ada yang kualitas bagus yang langka, dan ada juga batu permata yang biasa. "Harganya Rp50 ribu sampai Rp3 juta," jelasnya.

Mengenai persaingan penjualan batu permata ini sendiri, Yusuf menjelaskan untuk sekarang ini agak masih sedikit persaingan. Tapi kata Yusuf yang berasal dari Pasuruan ini mengaku senang jika semakin banyak persaingan.

"Persaingannya yah begitu, justru saya semakin banyak persaingan saya senang, ada komunitas, konsumen bisa milih. Tapi mungkin repotnya di harga ya," jelasnya.

Sebagai penutup Yusuf menjelaskan sedikit cara kerja dia membuat batu permata ini. Pertama-tama batu permata ini dipoles, dibuat rangka, lalu dibuat perhiasan. Yusuf mengaku melakukan semua ini sendiri saja. "Dipoles ulang, dibuat rangka, dibuat perhiasan. Perhiasan bisa dari bahan baku emas, perak, stainless, tergantung segmen pasar kita," pungkasnya.

Selasa, 13 Januari 2015

Ragam Cerita Batu Asli Indonesia

Semua penggemar batu permata tentu sangat tahu keindahan setiap batu permata. Bagi orang awam, mungkin keindahan ini kurang bisa merasakan. Nah, tahukah kita cerita-cerita yang mengiringi setiap batu permata? Ada beragam batu permata, dan ada berbagai cerita yang mengikutinya.

Batu Bacan:

    * Nama Ilmiah: Chrysocolla Chalcedony
    * Berasal dari bahasa Yunani: Chryso (emas) dan Colla (lem), karena dulunya digunakan oleh tukang emas sebagai bahan untuk solder / patri
    * Chrysocolla pertama digunakan oleh seorang filsuf sekaligus ahli botani Yunani yang bernama        Theophratus pada tahun 315 sebelum masehi
    * Biasa disebut Giok Indonesia / Giok biru 
    * Warna bacan bervariasi, dari biru, hijau, hati hiu, kembang super, merah, dll
    * Umumnya batu bacan Indonesia dibagi menjadi 2 jenis: bacan Doko (kehijauan) dan bacan Palamea (kebiruan)
    * Batu bacan Indonesia umumnya ditambang di pulau Kasiruta (Maluku), di desa Doko, desa Palamea, desa Imbu-Imbu, desa Besori, dan beberapa tempat       lainnya di Maluku
    * Batu bacan King Obi merupakan jenis lain dari batu bacan yang mahal harganya. Terdiri dari beberapa warna dan bahan penyusun (Yellow King, Red       King, Orange King dan White King)
    * Batu bacan disebut Batu Hidup, karena kemampuannya dengan cepat berubah warna dan mengkristal secara alami

Batu Bio Solar:

    * Bio Solar ini memiliki ciri khas warna mirip dengan warna BBM Solar dan memiliki efek/jiwang yang    kuat, efek itu membentuk alami didalam struktur       batu tersebut.Untuk itulah batu ini diberi nama Bio Solar
    * Bio Solar di Indonesia biasanya terbagi 2 jenis, Bio Solar Aceh dan Bio Solar Baturaja
    * Bio Solar Aceh merupakan salah satu batu mulia yang masuk dalam golongan batu Idocrase. Bio Solar Aceh selain harganya tergolong mahal untuk       mendapatkannya juga tidak mudah. Karena itu batu jenis Idocrase Solar Aceh sangat diminati dan paling dicari-cari oleh para gamestoners
    * Solar aceh termasuk jenis Giok dengan beragam kualitas dan warna, jenis super solar Aceh tidak kalah dengan batu kristal yang sudah populer       terdahulu. Giok sendiri adalah sejenis batu permata, salah satu dari jenis batu permata yang di dalamnya terdiri dari banyak unsur mineral yang telah       ditemukan dan digunakan oleh bangsa timur selama beribu-ribu tahun lalu.
    * Batu Giok Gayo/Aceh yang sudah diuji kekerasan di laboratorium di Jakarta memiliki kadar kekerasan mencapai 7, 3 Skala Moh’ s. Batu kelas ini       tergolong jenis batu mulia dan batu mulia tanggung, nilai kerasnya kira-kira 7, sebagian besar terdiri dari asam kersik ( kiezelzuur)


Batu Garut (Bungbulang):

    * Nama ilmiah: Chrysoprase Chalcedony (anggota utama dari quartz family minerals yang mengandung unsur nikel)
    * Daerah asal bungbulang garut dari kecamatan Bungbulang kabupaten Garut
    * Batu garut yang terkenal berwarna hijau (hijau garut / batu ohen hijau kristal)
    * Disebut batu ohen hijau karena ditemukan di lahan milik abah Ohen

Batu Kalimaya:

    * Nama ilmiah: Opal
    * Biasa disebut orang Indonesia Biduri Kluwung
    * Berwarna putih, abu-abu, ungu-putih, hijau, biru, hitam seperti awan yang di selimuti mega dan terlihat bintang-bintang warna emas
    * Kalimaya yang memiliki perpaduan warna merah dan hitam merupakan jenis yang langka. Sedangkan Kalimaya yang memiliki perpaduan warna putih       dan hijau merupakan jenis yang umum dan sering ditemukan.
    * Kekerasan 5,5 sampai 6 skala Mohr
    * Susunan kimia:  kiezelzuur dan air dengan bercampur bermacam-macam logam yang menyebabkan terjadinya warna-warna yang seakan hidup dan       berganti-ganti
    * Batu opal dapat ditemukan di:  India, Tiongkok, Mesir, Sri Lanka, Mexico, Australia, Philipina, Vietnam, Birma, Amerika, Eropa, Machuria, dan Indonesia       (opal putih ditemukan dibilangan Garut dan Pelabuhan Ratu (Sukabumi)
    * Satu-satunya tempat di dunia dari kalimaya hitam adalah parit atau tambang batu jenis itu di Lighting Ridge, dekat Darling, wilayah New South Wales       (autralia)
    * Hingga kini Australia masih menjadi pemasok terbesar batu Kalimaya. Negeri Kanguru itu memproduksi 97 persen dari pasokan Kalimaya dunia.
    * Ada perbedaan pendapat terkait asal usul nama Opal. Sebagian kalangan meyakini nama Opal diambil dari istilah Romawi, Opalus. Mengacu kepada istri       Saturnus dan dewi kesuburan yang bernama Opalia. Pendapat lain mengatakan penggunaan nama Opal berasal dari bahasa Yunani, opillos yang       memiliki dua makna. Makna pertama berarti melihat. Dan makna kedua adalah ‘sesuatu yang lain’ atau ‘perubahan’
    * Namun, ada juga pendapat yang mengatakan nama Opal berasal dari bahasa sansekerta, Upala.
    * Kepercayaan asal nama Opal dari bahasa Sanskerta mengacu kepada catatan Romawi sekitar tahun 250 SM. Awalnya batu ini diketahui memiliki nama       yang bermacam-macam dan baru dibakukan penggunaan nama Opal setelah 250 SM. Dalam catatan tersebut diketahui Opal didatangkan oleh pedagang       Bosporus yang mengaku memasok Opal dari India.

Batu Lumut Aceh (Indocrase):

    * Biasa disebut juga Giok Aceh.
    * Batu lumut Aceh memiliki ciri khas warna hijau dengan serat mirip lumut dan termasuk jenis batu kristal tembus cahaya jika disenter.
    * Batu yang didapat dari Nagan Raya dan Sungai Lumut, Aceh Tengah dan Gayo Lues, ini merupakan batu original Aceh.
    * Giok Nagan berewarna hijau terang dan giok di Sungai Lumut berwarna hijau tua
    * Giok Aceh mempunyai ciri khas, jika dipegang terasa dingin, berbeda dengan batu mulia dari Garut dan batu bacan yang tidak dingin tapi memiliki       kelebihan warna yang indah.
    * Idocrase yang secara visual berwarna hijau dan ada pengaruh coklat dan kuning, idocrase sering sekali bercampur Hydrogrossular Garnet. Di dalam       perdagangan internasional Idocrase juga dikenal dengan sebutan Vesuvianite, Californite, California Jade. Tapi yang pasti idocrase sama sekali bukan       merupakan varian dari Jade atau Nephrite Jade.
    * Warna lumut aceh bervariasi, ada yang full dengan lumut hijaunya dan klep air (giwang dalam bahasa aceh). Untuk kwalitas super, hampir tidak ada       kapurnya.

Batu Sungai Dareh:

    * Batu yang juga dikenal dengan sebutan giok kandi ini tidak hanya kesohor di Indonesia tapi sampai mancanegara. Popularitas batu menanjka sejak        Presiden Amerika Barack Obama dikabarkan mengenakan batu cincin asal Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat itu di jari tangannya.
    * Batu sungai dareh memiliki banyak sebutan diantaranya batu lumuik, batu lumut, giok sumatera dan giok kandi.
    * Kunikan dan kelebihan atau keistimewaan batu sungai dareh terletak pada corak an warna batu yang sangat menawan. Batu ini juga memiliki kekerasan       standar batu mulia kualitas internasional dengan keras 7 skala mohs atau sama dengan batui Giok china yang telah dikenal manusia ribuan tahun lalu.
    * Batu ini sebenarnya sudah dikenal sejak lama, tepatnya sekitar tahun 1970-an. Hanya saja waktu itu sampai dalam beberapa terakhir ini batu akik masih       belum banyak dikenal dan belum diminati masyarakat secara luas. Namun belakangan ini batu akik telah menjadi tren dan diskai banyak orang       termasuk kalangan muda.
    * Pada sekitar tahun 70-an batu sungai dareh ini dikenal masyarakat dengan nama ‘Giok Kandi’ karena batu itu pertama ditemukan di Sungai Kandi dan       Bukit Puti Bungsu Solok Selatan Sumatera. Sedangkan batu yang banyak ditemukan di daerah Sungai Dareh seperti nama yang melekat pada batu ini,       diyakini masyarakat sumatera merupakan cikal bakal batu dari daerah Kandi yang terbawa arus sungai.
    * Sungai Dareh sendiri berada di Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya. Sungai Dareh dan Pulau Punjung dipisahkan oleh Sungai       Batanghari
    * Khasiat batu lumuik sungai dareh diantaranya : Dipercaya dapat meningkatkan keselarasan dengan alam sekitar – menjaga keseimbangan emosional –       membuat stamina menjadi lebih kuat dan bersemangat – Menetralisir racun dalam tubuh – Bagi mereka yang memiliki aktivitas di luar dapat dijadikan       sebagai perlindungan diri (hanya allah yang maha melindungi). Warna hijau pada batu ini : dapat memperkuat daya kerja jantung – saraf – atau fisik       secara umum. Kualitas batu yang setara dengan Giok (jade) dipercaya untuk menghilangkan stres, relaxasi dan menyelaraskan pikiran – Bijaksana dan       menghambat energi negatif dalam tubuh.
    * Sungai dareh juga terdiri dari berbagai jenis baik berdasarkan warna, karakter, corak maupun kualitas batu, sehingga batu ini dikenal dengan banyak       nama seperti batu sungai dareh pucuk pisang, kumbang jati, kristal dan masih banyak jenis lainnya dengan beragam nama.
    * Untuk jenis pucuk pisang kristal batu dan warna terlihat hijau muda agak kekuningan dan terdapat belang hijau tua didalamnya, bagitu juga dengan       kumbang tentu ada perbedaan dengan jenis lainnya.
    * Warna batu sungai dareh setidaknya ada 68 warna. Jenis yang sangat populer adalah kumbang jati dan pucuk pisang. Batu ini memiliki empat kesamaan       warna, yaitu dengan kopas, jamrud, giok dan yakub.


Batu Zamrud:

    * Komposisi zamrud adalah senyawa Al2Be3[Si6O18]
    * Indeks bias: 2,67 – 2,78
    * Sistem kristal: heksagonal
    * Warna bervariasi, dari hijau muda, hijau kekuningan, hijau kebiruan sampai hijau tua
    * Mayoritas mineral zamrud membawa ciri khas alami berupa retakan-retakan ataupun serat-serat
    * Zamrud termasuk mineral silikat beril (mengandung beryllium), dan warna hijaunya disebabkan oleh kelumit kromium
    * Adanya vanadium dan besi menyertai kelumit kromium itu menyebabkan berbagai ragam warna pada zamrud
    * Kekerasan zamrud berada pada 7,5 dalam skala Mohr
    * Penghasil zamrud kwalitas tinggi adalah Kolumbia, Siberia, Afrika Selatan, Zimbabwe, Australia dan Brazil
    * Kata Emeral berasal dari bahasa Perancis lama: Esmeraude dan Inggris pertengahan: Emeraude, yang berarti kehijauan
    * Zamrud diyakini sebagai lambang cinta sejati dan kebijaksanaan










Berburu Batu Bio Solar dan Giok di Tanah Gayo

Takengon, Aceh Tengah, memang gudangnya batu. Bagaimana tidak, secara geografis kawasan perbukitan yang terletak pada ketinggian antara 1.200 – 1.700 Meter dari permukaan laut (Mdpl) dengan beberapa aliran sungainya menyimpan segudang jenis batu. Salah satunya adalah jenis Batu Giok. Sehingga tak ayal dalam kurun waktu enam bulan terakhir kawasan ini diramaikan oleh para kolektor batu dari dalam negeri maupun luar.

 Akibatnya perburuan batu indah yang diduga dilakukan secara illegal ini kian ‘menggila’ di sana. Terutama di Kec. Linge dan sebagian kecil di Kec. Atu Lintang dan Jagong Jeget. Bahkan, selain penduduk lokal ‘menjarahnya’, para kolektor juga datang menyambanginya.

Tamu tak diundang itu diduga dengan sengaja menyantroni kekayaan alam di tanah Gayo ini. Kehadiran pemburu batu tersebut bak makhluk halus, tak pernah mengenal waktu, bukan hanya siang tapi juga malam. Mereka tiba-tiba muncul bergentayangan, dan Seketika hilang tanpa jejak setelah mendapat batu buruannya.

Konon, karena spesialnya nilai batu alam ini, mulai tercium adanya indikasi maraknya praktek penyeludupan ke luar daerah Gayo, meski sebagian diantaranya masih ada tersisa dan beredar di pasar lokal. Harganya juga cukup bervariatif, mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Tergantung jenis dan kualitas batu.

Ironinya, tingginya minat pemburu ‘gelap’ (kolektor) terhadap batu mulia, menyebabkan sebagian warga mulai banting setir, yang semula berprofesi sebagai petani kini jadi peburu batu. Tak tanggung-tanggung, demi mendapatkan ‘segenggam permata’ ada yang rela meninggalkan anak dan istri di rumah selama berhari-hari.

“Untuk berburu batu, kadangkala kami menghabiskan waktu berhari-hari. Walau penghasilan kami belum jelas karena tidak ada standar nilai jual, namun ada saja hasil yang dibawa pulang,” kata Hasan, seorang peburu batu di Linge.

Berdasarkan penuturannya, guna mendapatkan batu mulia terutama jenis giok, dia bersama teman- temannya, harus rela menelusuri belantara rimba. Meninggalkan anak dan istri di rumah. Kemudian, menuju salah satu lokasi di mana ditemukan batu giok di Linge. Di mana sebelumnya areal tersebut diperkirakan terdapat 5 ton giok. Namun kondisinya saat ini sudah hampir habis.

“Jalur kami dalam mencari batu dimulai dari Kp. Lumut menuju Kp. Kelampo (lokasi giok), biasanya mencapai tujuan dimaksud, kita harus berjalan kaki selama 2 hari. Namun, karena sekitar 5 ton giok di sana sudah habis ditambang. Kini, pencari batu mulai beralih ke Wih Nukem. Areal baru ini kabarnya terdapat sekitar 8 ton bongkahan batu giok.”

“Menuju Wih Nukem ini sendiri, membutuhkan waktu tiga hari perjalanan darat dari arah Kp. Kelampo, dengan melintasi medan rumit. Pencari giok ke sana harus melalui jalur setapak, melewati bukit curam, pematang, derasnya arus sungai serta hutan perawan. Lokasi ini, awalnya ditemukan oleh para pencari rotan,” jelasnya.

Untuk memotong bongkahan batu, mereka mengunakan alat tradisional berupa gergaji besi dan pahat. “Alat-alat tersebut digunakan untuk mengambil contoh batu saja. Artinya, jika batunya positif ada yang membeli, maka kolektorlah yang langsung memberikan alat lebih canggih seperti mesin pemotong bongkahan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Hanafiah, pencari dan penghobi batu asal Kota Takengon. Menurutnya, tingginya minat kolektor untuk mendapatkan batu dari hasil alam dari Gayo,ini karena kualitasnya sangat baik. Di mana ukuran kekerasan batu mencapai 7,8 MOHS.

“Saat ini di Linge, khususnya Kp. Lumut, Owak, Kala Ili, Jamat dan Lane, nyaris di setiap rumah menyimpan batu cincin yang kondisinya masih berupa bongkahan (rough). Jenisnya juga cukup bervariasi, bukan hanya giok lumut atau jenis timun, namun ada juga solar, idocrase (giok langka/super) dan spotlight (giok untuk perhiasan),” katanya.

Harga batu ‘mentah’ hasil temuan para pencari ini juga dijual dengan nilai beragam oleh warga. Khusus giok, kolektor menawarnya Rp250.000-Rp450.000 per kilogram. Sedang jenis solar, di patok dengan harga jutaan rupiah, tergantung kualitas serta besar atau kecilnya bongkahan yang ditemukan.

“Kolektor yang datang bukan saja dari wilayah Aceh seperti Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa dan Biruen, namun ada yang dari Medan dan Pulau Jawa. Mereka kerap membeli barang incarannya langsung dari warga lokal, pencari batu,” ujarnya.

Terpisah, terkait soal maraknya perambahan batu mulia di Gayo Lut ini, Kadis Energi Sumber Daya dan Meneral (ESDM) Aceh Tengah, Munzir, saat dimintai Waspada keterangannya, memberikan pernyataan mencegangkan. Dikatakan, pihaknya tidak melarang adanya pengambilan jenis batu-batu mulia ini. Namun, jangan sampai merusak alam dan lingkungan di sekitarnya.

“Tak ada persoalan, jika ada warga mencari batu giok dan jenis lainnya untuk menopang ekonomi keluarganya. Saya kira lebih baik mereka mencari batu-batu tersebut dari pada menambang emas dengan menggunakan mercuri yang sifatnya bisa merusak lingkungan,” sebutnya.

Apa ada aturan mengikat atau melarang? Munzir menjelaskan, setiap harta kekayaan negara tentunya dilindungi undang-undang. Namun mengenai bebatuan mulia ini sifatnya belum penambangan, tapi masih sebatas pengambilan bongkahan di darat.

Selanjutnya, ditanya soal maraknya penyeludupan batu khususnya untuk sample, Munzir menambahkan hal itu tidak benar. “Tidak mungkin kalau batu seperti giok bisa keluar daerah. Kalaupun benar, tentunya sudah ada yang tertangkap tangan oleh petugas. Paling tidak jika ada yang membawanya via bandara. Jadi, tidak benar itu, kalau batu dari daerah ini telah diseludupkan,” kilah Munzir.

Menurut dia, guna membantu masyarakat melalui adanya jenis batu berharga ini, pihaknya akan membina pengrajin batu. Sehingga batu-batu tersebut bisa dijadikan perhiasan yang nantinya bisa bernilai jual lebih tinggi. Dengan begitu diharap warga tidak lagi menjualnya secara sembarangan ke kolektor lokal maupun luar daerah.

“Kami telah mendata kemudian memanggil beberapa tukang batu untuk dibina. Dengan begitu keberadaan batu yang diincar warga di Linge bisa dijadikan  sebagai bahan perhiasan bagi masyarakat. Hal ini merupakan bagian dari salah satu upaya yang akan kami lakukan,” sebutnya.

Senin, 12 Januari 2015

Bagaimana Cara Mencari Batu Akik?

jadeAwal tahun 2015 ini batu akik mulai dipakai oleh semua kalangan dari berbagai usia. Dari pak ojek, pak satpam, pa guru, sopir, sampai artis ternama maupun pejabat. Mereka mengenakan batu bacan, kecubung, cat eye, kalimaya dan lain-lain.

Seperti yang kita ketahui,,,batu akik adalah batu yang terjadi akibat pengkristalan mineral dalam kurun waktu yang sangat panjang dan kemudian menjadi sebuah bongkahan yang sering disebut ‘’BAHAN”....Banyak sekali artikel yang menyebutkan mencari batu akik itu adalah hal yang sangat sulit,karena kita harus melakukan sebuah rirual khusus ataupun harus berpuasa berbulan-bulan sampai isi perut kita habis di makan cacing!!!

Kenapa sih kita harus melakukan hal2 yang aneh tersebut jika kita punya cara lebih sederhana dan lebih mudah...Berikut cara mencari “bahan” batu akik :

  • Modal utama dalam mencari batu akik adalah Palu..Kenapa palu??? karena pada saat menemukan sebuah batu kita harus memecahkan sedikit sang batu agar dapat melihat isi dalamnya,apakah itu batu akik atau batu biasa.



  • Batu akik tersebar di daerah mana2,,baik di gunung,dalam tanah,sungai ataupun di pantai tergantung jenis akiknya.,,bisa juga di bawah pohon pisang tergantung dimana pengkristalan terjadi.



  •  Pada umunya ketika kita memecahkan sebuah batu,jika batu tersebut adalah batu akik maka akan memiliki warna mencolok,bermotif,ada yang tembus dan memiliki serat2 seperti kaca tergantung jenis. Tapi ingat disaat memecahkan batu jg gunakan segenap tenaga anda,cukup sedikit saja.



  • Akik pantai lebih mudah pecah di banding akik yang berada di sungai apalagi di gunung,,di karenakan pengkristalan di sungai dan di gunung lebih sempurna karena tidak memiliki kadar garam.



  • Carilah lokasi yang jarang di kunjungi oleh orang2 baik itu pantai,sungai atau gunung karena kesempatan untuk mendapatkannya lebih besar.



  • Ketika anda mendaptkan sebuah batu harap direndam ke dalam air dan agak di bersihkan terlebih dahulu agar mendapatkan warna luar pada batu tersebut



  • Gunakan insting kolektor anda dalam mencari batu ini



  • Pergilah ke tempat yang terkenal akan sumber daya alam batu akiknya


Begitulah cara mencari bongkahan batu akik saya jabarkan, pada intinya anda tidak usah terlalu jauh dalam melakukan pencarian,karena di setiap tempat dan di setiap waktu selalu berlangsung pengkristalan sebuah batu akik, dan tanpa mengurangi rasa hormat saya pada mbah2 dan Ki sekalian mencari batu mulia dengan ritual itu memang ada,,Tapi dewasa ini batu akik lebih cenderung di jadikan sebuah perhiasan untuk laki2..Masalah khasiat dan kegunaan,hal itu telah ada di dalam batu tersebut tanpa perlu di wirid untuk mempertajam magic di dalam batu akik. Jangan sampai gara-gara batu anda meninggalkan keyakinan kepada Tuhan yang Maha Esa.

Kampung Lumut di Aceh Tengah Juga Demam Batu

Tidak hanya masyaraka yang jauh dari aceh yang dibuat heboh oleh Batu Giok Aceh. Ternyata masyarakat di kampung Lumut juga berbondong bondong menelusuri sungai untuk menemukan bongkahan bahan batu mahal Giok Aceh.

Sarmin aman Yuni warga Kampung Lumut, Minggu 24 Agustus 2014 Kepada LintasGayo.co saat berkunjung ke Lumut mengatakan, saat ini baru ada satu tempat yang dideteksi dimana batu Giok berada. ”Perjalanan kesana menempuh waktu 3 hari 3 malam perjalanan, tepat di hulu sungai Lumut yang berada ditengah hutan, sekitar 7 ton batu besar berwarna hijau ada disana,” terang Sarmin.

Sarmin mengaku dirinya bersama 4 rekannya telah menemukan batu tersebut sejak dua tahun yang lalu, karena tidak ada pembeli mereka masih menyembunyikan keberadaan batu tersebut. ”Sekarang sudah ada pembelinya yang datang dari pusat kota Takengon, harga pun bervariasi sesuai dengan grade batu tersebut,” ungkapnya.

batu giok solar aceh murah

Lebih lanjut Sarmin mengatakan ada tiga jenis batu Giok yang favorit diminta pembeli, hal tersebut diketahuinya saat mengumpulkan informasi terkait batu Giok ke Medan Sumatera Utara.

“Disana saya pergi kesebuah tempat mengukir batu pemiliknya warga Tionghoa, dia menjelaskan ada tiga jenis batu beserta spesifikasi dan ciri-cirinya, pertama nama batu Giok Nefrit yang dibeli dengan harga 4 juta rupiah perkilo gram, Giok Indocrase dibeli sharga 1,5 juta, dan Giok Solar juga dengan harga yang sama,” jelas Sarmin.

Setelah memberikan batu yang dibawa dan diteliti, Sarmin mengatakan batu yang berasal dari Kampung Lumut berjenis Giok Indocrase dan Giok Solar sedangkan untuk batu jenis Giok Nefrit belum ditemukan.

“Setelah itu kami tau harganya, biasanya warga disini hanya menjual seharga 4 ratus ribu rupiah perkilogram Giok Indrocrase dan Giok Solar, padahal harganya mencapai 1,5 juta rupiah,” kata Sarmin.

Harga bahan Batu Giok Solar Aceh memang belum ada standard sehingga beda pembeli beda pula harga yang diberikan.

Batu Giok Solar Aceh Paling Diburu di Awal Tahun 2015

Semakin maraknya dunia perbatuan di Indonesia, semakin banyak pula varian batu mulia yang diangkat ke permukaan oleh para penggila batu mulia. Batu giok solar Aceh adalah salah satu yang paling banyak peminatnya.

[caption id="attachment_6874" align="alignright" width="225"]Batu giok solar Aceh Batu giok solar Aceh[/caption]

Sejak memenangkan kontes batu alam pada ajang Indonesia Gemstone (IGS) 2014 yang digelar di Jakarta pada awal September 2014, harga batu idocrase solar aceh semakin diminati pengemar batu cincin di seluruh Indonesia.
"Batu idocrase solar aceh semakin diminati pengemar batu cincin sehingga harga batu cincin tersebut semakin mahal," ujar Hendro, salah seorang pedagang batu alam di Banda Aceh, kemarin.

Menurutnya, meskipun harga semakin mahal tapi batu solar terus diburu oleh para penggemar batu cincin di Aceh maupun dari wilayah lain di Indonesia. "Saat ini semakin banyak orang yang suka memakai batu cincin sebagai hiasan di jarinya," sambungnya.

Hendro merinci harga batu cincin solar ukuran besar dengan kualitas baik bisa mencapai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta/butir. "Kalau lebih besar dan kualitasnya makin bagus, harganya semakin mahal," katanya.

Ia juga menjelaskan, kalau batu solar tidak ada kotoran di dalamnya, jernih, bergiwang dan bersih, itu berarti kualitasnya bagus. Tapi kalau di dalamnya ada kotoran maka batunya kurang berkualitas dan harganya pun murah.

Disebutkan juga, harga batu ukuran kecil bisa mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta dan itu sudah siap untuk dipakai di jari.

Sementara Padil, salah seorang penjual cincin dan bahan batu mengatakan, saat ini dirinya sulit sekali mendapatkan bahan batu solar kualitas baik. "Kalaupun ada harganya tinggi sekali," sambungnya.

Dikatakannya, harga bahan solar sangat variatif, tergantung kualitas dan ukurannya. "Kalau bahan batu solar super bisa tembus Rp 15 juta hingga Rp20 juta/kg," jelasnya.

Padil menjelaskan lagi, tingginya permintaan batu solar tidak hanya berasal dari warga Aceh, namun dari luar Aceh seperti Medan, Palembang dan Jakarta. "Sekarang susah sekali kita cari bahan solar yang bagus dan kualitas super, kalaupun ada harganya selangit," imbuhnya.

Batu giok Aceh seperti batu lumut atau indocrase merupakan batu terindah di dunia, dalam kurun waktu 20 tahun ke depan diperkirakan makin dilirik dan menjadi incaran. Karena batu giok Aceh mempunyai ciri khas, jika dipegang terasa dingin.

Provinsi Aceh salah satu daerah di Indonesia penghasil batu giok (nephrite jade), utamanya di Kabupaten Nagan Raya, Aceh Tengah dan Gayo Lues.

Saya hanya berharap jangan sampai batu giok solar aceh tidak punah karena eksploitasi yang berlebihan.

Minggu, 11 Januari 2015

Mengintip Perajin Perak Di Kotagede Yogyakarta

[caption id="attachment_6871" align="alignright" width="300"]perajin perak kotagede perajin perak kotagede[/caption]

Di balik keindahan souvenir perak mungil di Kotagede, terdapat ketekunan, kesabaran, dan kekuatan. Berkunjunglah ke sana dan coba langsung membuat kerajinan perak. Anda dijamin termehek-mehek.

Pekan lalu, udara siang cukup panas. Ruangan berukuran 3 x 5 meter yang biasanya digunakan staf Kerajinan Perak Harto Soehardjo (HS) Silver 800-925, Kotagede, Yogyakarta, memandu rombongan wisatawan domestik, penuh. Berderet meja terisi orang yang sibuk menekuk-nekuk perak seukuran batang ijuk.

Tangan mereka sigap, membentuk lekukan perak dengan bantuan tangan dan penjepit. Kepala menunduk, mata sedikit melotot, dan peluh bercucuran dari wajah dan tangan. Kipas angin besar tak sanggup meneduhkan fisik dan hati mereka.

"Wah nggak kuat. Panas," kata salah satu 'perajin' perak dadakan ini beralasan sambil meninggalkan meja kerjanya.

Setengah jam kemudian, tak satu pun dari mereka berhasil menyelesaikan tugas paling sederhana bagi seorang perajin asli tersebut. Staf pendamping yang sehar-hari berurusan dengan hiasan ini pun mengambil alih. Tak sampai lima menit, lekukan-lekukan indah dari benang perak itu jadi.

"Kalau nggak biasa, memang sulit," kata perempuan perajin sambil tersenyum memandang wisatawan lokal yang terus saja mengeluhkan sulitnya membuat lekukan dari benang perak.
"Berapa lama kerja di sini, Mbak?" tanya salah satu wisatawan.
"20 tahun. Sejak kecil saya sudah belajar," jawabnya perempuan berambut pendek itu.

Hah, 20 tahun? Wisatawan yang mendengar jawaban itu geleng-geleng kepala. Hm, makanya bikin hiasannya kok cepat banget, mungkin begitu pikir mereka.

HS Silver 800-925 terletak di Jalan Mondorakan, Kotagede, Yogyakarta. Kawasan ini terletak di sebelah Selatan Kota Yogyakarta, kira-kira 5 Km dari pusat kota. HS adalah singkatan dari Harto Soehardjo, sementara 800-925 merujuk kepada kandungan perak yang digunakan di tempat tersebut. Dari tempat tersebut, perak dihasilkan dan dijadikan souvenir bernilai tinggi.

Indusri keluarga ini merupakan satu di antara sekian kerajinan logam lainnya. Berdasarkan sejarah, kawasan Kotagede dulunya memang dikenal sebagai penghasil perhiasan atau perlengkapan dari logam sejak abad ke-16. Konon, saat itu, pihak kerajaan meminta masyarakat setempat memproduksi perhiasan atau perlengkapan lainnya. Sultan Hamengku Buwono VIII disebut-sebut sangat terpikat dengan keindahan kerajinan logam ini dan meminta usaha tersebut diteruskan dan dikembangkan.

Keahlian turun-temurun itu terus terwariskan dari generasi ke generasi. Kerajian ini mengalami kejayaan pada pada tahun 1930-1940-an. Kerajinan-kerajinan berbahan dasar logam, bermunculan. Sebagian besar di antaranya menciptakan ornamen bermotif tumbuh-tumbuhan dengan modifikasi-modifikasi tertentu. Tapi ciri khas utama sama: dikerjakan dengan cara manual alias mengandalkan keterampilan tangan.

Awalnya, HS Silver 800-925 memproduksi perhiasan imitasi. Kemudian pada akhir 1953 hingga kini, industri keluarga ini bermetamorfosa dengan memproduksi kerajinan perak. Label HS Silver 800-925 disematkan pada tahun 1990-an.

Kompleks bangunan HS Silver tampak megah dengan gapura besar bertuliskan "HS 800-925". Di dalamnya, terdapat banyak ruang, seperti show room, bengkel atau tempat para perajin bekerja, ruang guide, dan lain-lain. Jika datang berombongan atau sendiri tapi sudah order, wisatawan akan disambut staf HS Silver.

Staf ini menjelaskan proses pembuatan perak, mulai dari cara mencari serpihan perak hingga menjadikannya benang atau bentuk padat lainnya. Dijelaskan juga bagaimana proses menghias perhiasan atau souvenir berikut alat-alat yang digunakan. Usai mendapat penjelasan, wisatawan dipersilakan melihat langsung prosesnya di sebelah ruang guide. Ruangannya memanjang, berisi meja, las, dan berbagai perangkat. Sejumlah orang berkaos merah—seragam khas HS, terlihat sibuk dengan urusannya. Ada yang mengolor benang perak, memasang hiasan, mengukir bahan perak.

Nah usai melihat-lihat itulah, biasanya 'test drive' dilakukan. Wisatawan dapat mencoba menghias cincin, kalung, atau anting dengan benang perak. Motifnya sudah disediakan, tinggal memotong benang
perak, membentuknya sesuai motif tersebut, dan memasangnya.

Kelihatannya memang sederhana, tapi ternyata untuk memegang benang dalam posisi standar saja, susahnya minta ampun. Apalagi untuk menekuk benang menjadi motif tertentu, tentu lebih susah lagi. Tapi jangan khawatir, kalau lapar dan haus setelah 'bekerja keras', ada restoran yang siap menampung. Tempatnya di seberang kompleks HS Silver 800-925.

Omah Dhuwur, nama restoran tersebut. Dalam bahasa Indonesia, dua kata tersebut berarti "Rumah Tinggi". Dibanding bangunan di sekitarnya, restoran ini memang lebih tinggi. Untuk masuk, orang harus naik tangga batu laiknya di candi-candi. Dari restoran dengan arsitektural bergaya Eropa dan Jawa itu, terlihat lanskap sebagian Kotagede. Sajian menu Jawa-nya bisa diandalkan. Terutama bagi yang termehek-mehek karena tak sanggup menghias cincin, kalung, atau anting pilihannya. Jangan lupa mampir ke jalan kemasan Kotagede saat anda ke Yogyakarta.

Jumat, 09 Januari 2015

Tahukah Anda Bahwa Giok ‘Nefrite Jade’ Hanya Ada di Aceh?

Tahukah Anda Bahwa Giok ‘Nefrite Jade’ Hanya Ada di Aceh?

jadeBatu Lumut Aceh atau dikenal Giok Nefrite Jade merupakan jenis akik atau permata asli Serambi Mekkah dan batu ini tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia, hal itu seperti dismpaikan seorang  geologist dan gemmologist, Ir H Sujatmiko, Dipl Eng, yang juga Ketua Pusat Promosi Batu Mulia Indonesia


Selain Giok Nefrite Jade yang saat ini sedang populer, ada juga batu sungai dareh yang selama ini juga sangat terkenal di kalangan pencinta permata. Batu ini juga dikenal dengan sebutan Giok Kandi dan merupakan jenis batu asli asal Dharmasraya Sumatera.

Kedua jenis permata ini memiliki kesamaan warna yaitu hijau dengan serat lumut didalamnya, tapi meski ada kemiripan tetap ada perbedaan batu lumut Aceh dengan sungai dareh seperti diantaranya kepadatan serat atau berbentuk lumut yang ada dalam masing-masing batu

Giok Nefrite Jade ini termasuk salah satu dari sekian banyak batu permata asli asal Indonesia yang tengah menjadi buruan banyak kolektor dalam maupun mancanegara, bahkan menurut Ketua Gabungan Pecinta Batu Alam Aceh (GAPBA), Tgk Nasrul Sufi SSos MM, Batu giok asal Aceh diperkitakan sudah ratusan ton yang dibawa keluar Aceh

Harga giok Aceh sendiri bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan bahkan bisa puluhan juta rupiah tergantung kualitas batu, salah satu ukuran batu berkualitas bagus harus memiliki kriteria yang dikenal dengan istilah 4C (Colour, Cut, Clarity dan Carat) yaitu warna, pemotongan, tingkat kerjernihan dan berat.

Berdasarkan keterangan Ketua Pusat Promosi Batu Mulia Indonesia, Sujatmiko bahwa batu Giok Aceh ada dua jenis jika dilihat dari warna yaitu Giok Nagan Raya berwarna hijau terang sedangkan batu gio Sungai Lumut memiliki warna hijau tua.

Selain jenis batu lumut yang terkenal, Aceh juga dikenal dengan permata jenis lain seperti Indocrase,  Rose Quartz, Batu Kristal atau batu jenis lainnya dan masing-masing tentu memiliki kelebihan tersendiri terutama bagi para pencinta batu mulia.

Selama ini Indonesia memang dikenal memiliki banyak kekayaan alam diantaranya berbagai jenis batu permata dapat di temukan di Indonesia sehingga banyak kolektor luar negeri datang untuk berburu permata asli Indonesia, diantara jenis batu mulia yang tengah menarik minta para kolektor luar seperti China, Hongkong, Singapore, Malaysia dan negara lainnya diantaranya batu bacan, batu lavender atau batu jenis lain termasuk batu lumut Aceh ini


Ketua Pusat Promosi Batu Mulia Indonesia yang juga seorang  geologist dan gemmologist, Ir H Sujatmiko, Dipl Eng, dengan bangga menyebutkan bahwa di Indonesia hanya Aceh yang memiliki batu mulia giok jenis ‘Nefrite Jade’.

Sujatmiko menyarankan agar Pemerintah di Aceh mampu mengolah potensi batu mulia tersebut untuk kesejahteraan dan kemakmuran Aceh.

“Awalnya kami menduga bahwa giok jenis Nefrite Jade ada di Jawa. Tapi setelah diteliti lebih jauh ternyata tidak ada di Jawa, melainkan adanya di Aceh,” kata Sujatmiko yang ditemui Serambi di kantornya, Pusat Promosi Batu Mulia Indonesia, Jalan Padjadjaran Bandung, Jumat (4/5) sore.

Dua daerah di Aceh yang menyimpan batu mulia ini adalah Nagan Raya dan Sungai Lumut, Aceh Tengah dan Gayo Lues. “Giok Nagan berewarna hijau terang dan giok Sungai Lumut hijau tua,” terang Sujatmiko.

Ia mengetahui potensi giok Aceh sejak 20 tahun lalu dan pertama kali berkenalan dengan giok dari Sungai Lumut. “Ketika itu ada seseorang yang membawa contoh batu Sungai Lumut, dan saya kaget ternyata sangat  luar biasa,” katanya. Belakangan ia mengetahui ada giok dari Nagan dengan warna hijau yang lebih terang.

Selain giok jenis Nefrit Jade, Aceh juga memiliki batu mulia lainnya yang disebut Fluorite, Rose Quartz, Serventen, Batu Kristal, Marmar Hitam, dan Idocrase. Beberapa jens giok Aceh saat ini memiliki harga tinggi di pasar perbatuan nasional, seperti Nefrite Jade dan Idocrase atau Lumut Aceh.

Sujatmiko juga terkejut saat mengetahui kalau berton-ton batu giok dari Nagan dibawa ke luar dari Aceh dalam bentuk bongkahan. Ia meminta Pemerintah agar melarang tindakan tersebut karena tidak membawa keuntungan apa-apa bagi Aceh.

“Sebaliknya batu-batu tersebut harus diolah di Aceh dan menumbuh-kembangkan pengrajin-pengrajin batu. Itu tugas pemerintah memfasilitasinya,” tukas Sujatmiko.

Ia juga mempersilakan Pemerintah Aceh atau Pemerintah Nagan Raya mengundang peminat batu mulia dari luar negeri dan melelangnya. “Bisa dilelang dengan melibatkan pihak asing, asalkan syaratnya harus diolah di daerah, bukan bongkahannya di bawa ke luar Aceh,” kata Sujatmiko.

Beliau mengatakan Aceh harus bisa menjadi pelopor membuat aturan mengenai pemanfaatan batu mulia sehingga bisa menciptakan kesejahteraan bagi masyrakatnya. “Selama ini Pemerintah Indonesia tidak punya perhatian soal itu. Aceh bisa membuat terobosan,” katanya.

Nah, bagi Anda yang ingin mengoleksi Nefrite, main saja ke Aceh...

Memahami Lebih Jauh Batu Giok (Jade)

jade.jpgBATU GIOK ATAU JADE

Batu Giok adalah salah satu jenis batu perhiasan yang menghiasi perjalanan hidup manusia sejak ribuan tahun silam. Dalam bahasa Inggris, batu yang memiliki ciri khas warna hijau ini lebih dikenal dengan nama Jade – meski sebenarnya batu Giok memiliki beragam jenis dengan warna.
Sumber produksi Giok pada awalnya berada di daerah Ningshao yang terletak di Delta Sungai Yangtze, Cina dan sudah digali sejak ribuan tahun lalu. Selain itu, Giok juga kerap ditemukan di wilayah provinsi Liaoning dan Mongolia. Namun batu Giok juga kerap ditemukan di benua lain seperti di Amerika dan asia tenggara.
Batu Giok sudah menghiasai pakaian raja-raja Cina pada masa lampau. Dibuktikan dengan ditemukannya reruntuhan bangunan sisa berdirinyaDinasti Shang (4.700-2.200 Sebelum Masehi). DI mana batu Giok sudah dijadikan hiasan di makam-makam raja Shang.
Pada zaman dahulu, batu Giok sangat bernilai tinggi, yang bahkan melebihi nilai emas dan berlian di dunia barat. Batu Giok pun menjadi material favorit bagi para pengrajin Cina untuk membuat berbagai kerajian seperti kaligrafi dan elemen dekoratif lainnya.
Batu Giok biasa digunakan untuk menghiasi benda-benda terbaik dan patung tokoh yang dikultuskan. Tidak hanya itu, baru Giok juga biasa digunakan untuk menghiasi perabot kuburan bagi keluarga kaisar atau pembesar Cina lainnya.

Pada masa itu, raja-raja di china menumbuk halus batu giok kemudian di minum, dan juga batu giok sering dibawa dalam pertempuran. tentara spanyol dan romawi juga membawa batu giok dalam peperangan

Khasiat Batu Giok
Selain digunakan sebagai hiasan, batu Giok juga dipercaya memiliki khasiat penyembuhan, Rezeki,keselamatan, kewibawaan, kekuatan, semangat bekerja, mengeluarkan aura dingin dan baik untuk kesehatan. Giok dipercaya sebagai salah satu sumber energi alam. Sebagai salag satu sumber energi alam, batu Giok juga dipercaya bisa membawa ketenangan bagi pemiliknya.

Manfaat batu giok untuk kesehatan

Batu Giok kerap digunakan untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menghilangkan racun dalam tubuh.
Tidak hanya itu, Batu Giok juga diyakini mampu menghilangkan penyakit pinggang dan ginjal. Bahkan salah satu keyakinan atas khasiat Giok adalah, seseorang akan diberikan umur panjang jika merokok menggunakan pipa yang terbuat dari batu Giok, batu giok juga digunakan untuk pijat dan theraphy.

Kandungan mineral dalam batu giok seperti kalsium, potasium, magnesium dan besi menjadi suplemen bagi tubuh untuk melancarkan sirkulasi darah sehingga tubuh terasa lebih segar dan bervitalitas.

Jenis Batu Giok Di Dunia


Batu giok yang dinyatakan asli di Dunia ini hanya dua jenis batuan yaitu nefrit (nephrite) dan jadeit (jadeite). Berbeda dengan nefrite yang dikenal luas dalam kebudayaan Cina sejak zaman Neolitikum (6000 tahun sebelum Masehi), jadeit baru muncul pada pertengahan abad ke 18 yaitu pada masa Dinasti CHING (1644-1912). Jadeit yang asal-usulnya diimpor dari wilayah Burma, memiliki sifat-sifat yang berbeda dari nefrit, baik secara mineralogi ataupun gemologi. Mineral penyusunnya piroksen sedangkan nefrit amfibol, berat jenisnya lebih besar, transparansinya lebih tinggi dan warnanya lebih hidup dan lebih beragam. Di perdagangan, jadeit dihargai jauh lebih tinggi dari nefrit. Di antara sifat-sifat yang disyaratkan oleh para pemburu batu giok di Indonesia seperti tahan gores, tahan panas dan terasa dingin, hanya sifat tahan goreslah yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Hal ini dapat dimaklumi karena kekerasan batu giok cukup tinggi yaitu (dalam skala Mohs) sekitar 6,5 untuk nefrit dan 7,0 untuk jadeit. Sifat tahan gores ini merupakan metode pertama dalam membedakan giok asli dengan giok palsu.

Sifat Dingin Batu Giok

Mengenai sifat tahan panas, hal ini sangat bertentangan dengan hukum alam. Batu giok yang memiliki thermal diffusivity atau sifat menyebarkan panas 0,0160 cm2/detik, jadi kalau dipanasi di satu titik, temperaturnya akan naik lebih cepat dibandingkan dengan beberapa jenis batuan lain seperti obsidian atau batu kendan dari Garut (0,00688 cm2/detik), atau batuan phrehnit berwarna hijau dari Kalimantan Selatan (0,0145 cm2/detik). Mengenai sifatnya yang dingin, batu giok memang lebih dingin dari kebanyakan batuan lain seperti obsidian, serpentin, atau prehnit karena batu giok memiliki thermal inertia atau kelembaman panas lebih tinggi. Tetapi apabila dibandingkan dengan mineral kelompok kwarsa, ternyata kelembaman panasnya seimbang sehingga rasa dinginnya pun dapat dipastikan sama.

Unsur Kimia pada Batu Giok (bahasa Inggris)


Nephrite Jade

Amphibole. Amphiboles are double chain silicates. Unlike pyroxenes, amphiboles are Hydrous minerals (contain hydrogen). Cleavages are at 60 Degrees. Composition : Ca2(Mg,Fe)5Si6O22(OH). Green color is due to Iron (Fe). Resembles jadeite in color and structure. Hardness – 6.0 to 6.5
Jadeite Jade

Part of the pyroxene family. Pyroxenes are silicate minerals. The simplest formula is MgSiO3. Forms single chain silicates. Cleavages are at 90 Degrees. Composition: NaAISi2O6. Deep green color is due to presence of Chromium (Cr) Iron produces paler green color. Hardness – 6.5 to 7.0

Nephrite

Chemical composition – A fibrous variety of the amphibole mineral series actinolite to tremolite,usually closer to actinolite.
Color – Green, black, brown, beige (mutton-fat jade). Usually darker and less intense colors thanthose of jadeite.
Optics – R.I 1.62.
Durability – Hardness 6-6.5. Extremely tough, except when its composition approaches that of tremolite.
Crystal structure – Monoclinic , usually massive.
Specific gravity – 2.9-3.0.
Sources – Many sources, including Chinese Turkestan, Taiwan, New Zealand, Wyoming, Lake
Baikal, British Columbia, and California. Prized for centuries in Chinese carvings.

Jadeite

Chemical composition – Sodium aluminum silicate.
Color – A wide range of colors including white, green, yellow, red, orange, violet, and black.
Optics – R.I. 1.64-1.67. Usually the refractometer shows only one line near 1.66.
Durability – Hardness 6.5-7. Very tough.
Crystal structure – Monoclinic, usually massive.
Specific gravity – 3.25-3.36.
Sources – Major sources include Burma, New Zealand, Guatemala, and Siberia. Prized for carvings,frequently from China. The finest green Imperial jade is very rare and expensive.

Semoga informasi tentang batu giok diatas menambah pengetauan Anda tentang batu mulia.

Kamis, 08 Januari 2015

Prediksi Lain Tentang Batu Mulia Termahal 2015

Cincin adalah perhiasan yang paling gemari. Yang tujuannya di sini adalah keanggunan cincin yang dihiasi dengan seluruh jenis batu permat, dan tentunya menambah daya tarik tersendiri.Sekarang ini Banyak pria dan wanita yang menggunakan cincin yang bermatakan batu. Hal ini karena batu mulia sangatlah indah dipandang. Selain batu permata yang indah juga dapat meningkatkan prestise Anda, terutama jika jari Anda dimasuki cincin yang paling mahal di dunia. tentu akan menambah kebanggan tersendiri pada diri anda. Di sini kami ingin akan memaparkan tentang cincin batu yang paling mahal di dunia.


batu cincin termahal 2015

Jenis Batu Permata Termahal

Jenis Batu Permata Termahal

Berikut adalah Batu cincin termahal di dunia :


1. Jadeite.
Ini adalah yang paling mahal dari permata. Komposisi batu Dati cincin yang paling mahal di dunia adalah Na AI I206. Tergantung pada komposisi, batu ini memiliki kekerasan yang menakjubkan. Untuk harga, nilai batu ini sampai tiga juta dolar per batu. Sangat mahal untuk ukuran batu. Namun sehingga hal ini banyak di cari orang.

2. Red Diamond.
Red diamond di peringkat kedua dalam hal harga. Nilai Cinci Btu jenis ini di $ 2.500.000 per karat. Sugguh fantastis. Tetapi untuk mengatakan. Batu ini hanya lebih langka. Ranjau terbesar di Australia. Dan bahkan kemudian mereka hanya lelang sekali atau dua kali setahun, karena itu batu ini benar-benar langka.

3. Serendibite.
Posisi tiga ditempati oleh Serendibite. batu asli Serendibite ke Sri Lanka. BTU juga sangat langka di penuhi banyak pencari, Di dunia ini, ada beberapa saja. Kalau menemukan sekali lagi bahwa harganya akan sangat mahal.

4. Biru gamet.
Blue stone gamet senilai $ 1.500.000 perkaratnya. Jenis batuan adalah yang paling mahal dan paling langka ditemukan di Madagaskar pada 1990 di daerah ternama yaitu Bekily. Bahkan, jenis batu ini juga dapat Temuai di Turki, Rusia dan ASmerik. Tapi kualitas yang baik tetap berasal dari Madagaskar. Batu ini mengandung vanadium. Hal ini meneyebabkan warna batu ini dapat diubah. tetapi pada malam hari di bawah lampu pijar akan warna ungu.

Itulah ulasan kami mengenai Batu Cincin Termahal di Dunia. karena inspirasi mengenai beberapa dari cincin batu yang paling mahal di dunia. Mudah-mudahan dengan membaca Ualsan sebelumnya pengetahuan Anda tentang batu permata menjadi lebih berharga.



Saat ini anda mengoleksi salah satu jenis batu yang saya sebutkan diatas? Bersiaplah untuk jadi kolektor kaya raya!

Ini Manfaat Batu Kecubung atau Amethyst

Batu-Kecubung1.jpgMemahami Khasiat batu kecubung – Kecubung atau Amethyst merupakan jenis batu mulia populer didunia dengan warna umum ungu berkilau, merah muda dan kebiruan. Batu permata ini di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan batu kecubung ungu dan dipercaya memiliki khasiat. Sedangkan harga nya bisa ratusan sampai puluhan juta rupiah untuk jenis batu terbaik.

Batu Amethyst (kecubung) merupakan batuan mineral kuarsa atau jenis mineral berstruktur kristal heksagonal terbuat dari silika (silikon dioksida) dengan tingkat kekerasan hingga 7 mohs. Keunikan warna pada batu permata ini menimbulkan daya tarik tersendiri dan tidak dimiliki jenis batu mulia lainnya.

Terkait mitos yang berkembang, batu ini juga dianggap sebagai batu kelahiran Februari dalam zodiak. Sebutan pada batu ini juga tidak lepas dengan mitos yang berkembang pada zamat itu dan dikenal dengan istilah‘amethyst’ asal kata Yunani ‘amethystos’ yang berarti obat untuk mencegah mabuk.
batu-kecubung unguBatu yang indah ini dipercaya bisa membawa keberuntungan bagi pemiliknya terutama mereka yang punya kelahiran bulan Februari. Pada zaman dulu batu ini banyak dipakai kalangan raja-raja, pangeran dan puteri kerjaan sebagai pembangkit aura baik untuk kecantikan atau untuk menambah kewibawaan.

Khasiat Batu Kecubung yang diyakini Banyak Orang
Keunikan dan keindahan warna yang dimiliki batu ini pernah dianggap lebih berharga dibandingkan dengan berlian. Bahkan sejak ribuan tahun lalu batu yang banyak di dominasi warna ungu itu telah menjadi dambaan kalangan pangeran dan dianggap sebagai simbol roh penguasa alam

Sehingga batu itu sering menjadi bahan perhiasan utama yang dipadukan dengan logam mulia atau emas murni untuk dikenakan para raja seperti mahkota, perhiasan mewah atau simbol-simbol lain yang banyak dikenakan para raja dan pangeran kala itu.

Khasiat batu kecubung ungu:

  • Berfungsi sebagai penenang bathin

  • Media mendapatkan kasih sayang dan simpati

  • Barmanfaat sebagai media pengobatan lahir dan batin

  • Untuk penyakit fisik: bisa membantu penderita, rabun, sakit kepala, paru-paru, gangguang pencernaan, kecanduan alkhl atau jenis penyakit yang berhubungan dengan saraf

  • Untuk penyakit batin : Kendalikan emosi, membentuk karakter pribadi, semangat hidup, keihlasan dan kerendahan hati dll

  • Membuka aura, membuka cakra pada tubuh manusia

  • Dapat menitralisir energi negatif dalam tubuh

  • Sebagai pengasihan (asihan) dll

  • Percaya atau tidak, kekuatan dan kuasa hanya milik Allah semata


Tafsiran Harga Batu Kecubung Ungu
Harga batu amethyst sebenarnya cukup terjangkau untuk kualitas standar, sama halnya dengan jenis batuan lain yang banyak dibuat perhiasan, biasanya dengan kisaran harga ratusan sampai jutaan rupiah.

Namun untuk kualitas terbaik kecubung bisa berharga puluhan sampai ratusan juta rupiah. Seperti Deep Russian dan termasuk jenis batu amethyst langka dengan harga sekitar 50.000 dollar/karat Salah ciri batu kecubung asli dengan kualitas terbaik biasa berwarna ungu agak gelap sedangkan warna jenis yang standar berwarna ungu bening agak keputihan.

Macam Batu Kecubung Dan Asal Usulnya
Kecubung banyak ditemukan di beberapa negara seperti India, Amerika, Srilangka, Namibia, Rusia, Madagaskar dan Brasil. Di Indonesia batu ini banyak ditemukan di Kalimantan dan mempunyai banyak nama seperti kecubung kalimantan, combong, batu kecubung wulung dan lain-lain.

Manfaat Batu Kecubung Ungu yang saya sampaikan diatas diyakini oleh banyak orang, namun semuanya kembali kepada Anda untuk meyakini. Yang terpenting percaya kepada sang pencipta dan mengikuti segala perintahnya.

Apa Nama Internasional Batu Mulia Yang Kita Kenal

Tak kenal maka tak sayang.Itu pula yang terjadi jika kita tidak mengenal apa nama batu mulia yang kita kenakan. Supaya tidak bingung, saya kasih tabel persamaan nama batu lokal dan internasional.

[caption id="attachment_6811" align="alignright" width="300"]Batu Sungai Dareh Batu Sungai Dareh[/caption]

Daftar list batu permata atau batu akik dan Istilah di Indonesia dan Internasional – Bagi pemula yang baru mengenal batu mulia mungkin akan merasa kebingungan untuk mengenal satu persatu nama dan istilah permata yang ada di Indonesia. Penamaan pada batu akik atau permata, biasanya disesuaikan dengan karakteristik batu, corak, warna atau tempat ditemukannya batu itu sendiri dengan tujuan untuk memberi pemahaman.

Bagi mereka yang sudah lama berkecimpung dalam dunia permata dan sudah banyak mengenal berbagai jenis permata, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah  yang ada di Indonesia. Misalnya Batu akik darah nama lain dari Bloodstone, Tiger eye nama lain dari mata harimau (tinggal diterjemahkan saja) itupun kalau menggunakan nama yang umum.

Ada juga nama dan istilah yang terdengar aneh seperti nama batu mata kucing nama internasionalnya tinggal diterjemahkan saja menjadi ‘Cat Eye’ ada juga nama batu akik kinyang air, nama internasionalnya, Apa Ayo?

Dibawah ini beberapa nama dan istilah batu akik atau permata di Indonesia dan Internasional













































































































































































































































NOINTERNASIONAL:INDONESIA
1.Biru Lazuardi:Lapis Lazuli
2.SunStone:Biduri Surya
3.BloodStone:Akik Darah/Naga Sui
4.Rose Quartz:Kuarsa Mawar
5.Rock Crystal:Kecubung Es
6.Green Jasper:Badar Lumut
7.Emerald:Zamrud
8.Ruby:Merah Delima
9.Tiger’e Eye:Mata Macan/Biduri Sepah
10.Green Obsidian:Zamrud Kalimantan
11.Hawk’s Eye:Mata Elang
12.Bixbite:Red Beryl
13.Idocrase:Sungai Dareh/Bio Solar Aceh
14.Chrysocolla:Batu Bacan
15.Opal:Batu Kalimaya
16.Agate:Akik
17.Jade:Giok
18.Rhodochrosite:Ruby Borneo
19.Pearl:Mutiara
20.Iolite:Safir Air
21.Kyanite:Safir Australia
22.Diamond:Intan/Berlian
23.Amethyst:Kecubung
24.Smoky Quartz:Kecubung Teh
25.Prasiolite Quartz :Kecubung Hijau
26.Pyrite:Badar Emas
27.Petrified Shell:Kol Buntet
28.Textite:Batu Meteor
29.Chalcedony:Yaman
30.Red Jasper:Ati Ayam
31.Petrified Sea Coral:Badar Tawon
32.Labradorite:Laburador
33.Turquoise:Pirus
34.Cat’s Eye:Mata Kucing
35.MoonStone Feldspar:Biduri Laut
36.Rutilated Quartz:Kecubung Rambut
37.Moonstone:Biduri Bulan
38.Chalcedony:Spritus/Lavender

Nah sekarang anda sudah mengerti persamaan nama batu dalam bahasa International vs Bahasa kampung?

Prediksi Batu Mulia Yang Paling Mahal di Tahun 2015

Prediksi Batu Mulia Yang Paling Mahal di Tahun 2015

Batu Bacan Biru 05

Batu Mulia berbentuk cincin yang terbaik dan paling populer atau terkenal, baik di Indoensia maupun di mancanegara 2015 – Cincin merupakan perhiasan yang sudah dikenal dan dikenakan banyak orang sejak ribuan tahun lalu baik bagi wanita maupun pria. Cincin diletakkan pada jari tangan dan dan melingkar pada bagian jari manis atau jari tengah. Belakangan ini batu cincin akik/permata telah menjadi buruan banyak orang

Secara tradisi biasanya cincin terbuat dari logam mulia, perak atau campuran dari bahan-bahan lain seperti tembaga, perunggu, kuningan krom dan lain-lain. Untuk memperindah tampilan sebuah cincin dilengkapi dengan ukiran dan dihias dengan permata seperti intan, berlian atau batu akik.

Baca: Batu cincin termahal di dunia

Jika selama ini, cincin batu permata banyak digunakan kalangan orang-orang yang sudah dewasa namun belakangan cincin sudah banyak digunakan kalangan muda dan remaja bahkan saat ini cincin dengan batu akik telah menjadi tren dan gaya hidup, sehingga harga batu cincin semakin mahal karena semakin banyaknya peminat dari berbagai kalangan. Berikut ini jenis batu cincin akik populer dan termahal di Indonesia :

1. Batu Bacan
1 batu-bacanBatu bacan merupakan jenis batu mulia/akik asal Indonesia dan banyak ditemukan di daerah Halmahera Selatan Maluku Utara tepatnya di pulau bacan. Jenis batu bacan paling populer dan banyak dicari jenis batu bacan doko dan batu bacan palamea.

Kedua jenis batu ini menag tengah menjadi incaran, baik bagi penghobi maupun kolektor. Perbedaan batu bacan doko dan palamea terletak pada warnanya. Doko memiliki warna hijau gelap sedangkan jenis palamea berwarna hijau kebiruan. Harga batu bacan sendiri mulai dari ratusan ribu puluhan juta rupiah.

2. Batu cincin Safir
1 batusafirSafir merupakan batu permata yang diminati banyak kalangan baik di Indonesia maupun di berbagai negara. Namun harganya yang mahal tidak semua orang mampu memiliki jenis batu alam yang indah ini. Safir termasuk mineral yang dikenal sebagai korundum dan secara umum digunakan sebagai permata cincin yang indah atau untuk perhiasan jenis lainnya.

Batu permata ini memiliki banyak variasi warna seperti warna biru, jingga, kuning, merah muda, kehijauan dan ungu. Khasiat batu safir dipercaya untuk menenangkan pikiran dan memancarkan aura positif untuk mengembangkan daya pikir bagi pemakainya

3. Batu Cincin Zamrud
batu zamrudJenis permata ini memiliki warna hijau bening sampai hijau tua dan sudah dikenal banyak orang sejak ribuan tahun sebagai permata indah dengan harga mahal. Batu zamrud memiliki kekerasan 7.5 pada skala mohs  dan permata ini dianggap sebagai lambang kemakmuran dan kedamaian.

4. Batu Cincin Ruby
Batu Ruby sering juga disebut batu merah delima termasuk salah satu dari sekian banyak batu permata yang paling disukai di dunia termasuk di Indonesia. Harga batu ini bervariasi tergantung tingkat keunikan dan kualitasnya. Batu ruby dipercaya sebagai simbol kekuatan dan keberanian

5. Batu Topaz
blue topaz
Batu topaz memiliki banyak warna seperti kuning, biru dan jingga agak kemerahan. Jenis batu ini banyak ditemukan di banyak negara seperti Sri Lanka, Rusia, Brazil, Meksiko dan masih banyak lagi negara penghasil batu yang banyak diguakan sebagai perhiasan ini.

Seperti batu mulia pada umumnya, topaz dipercaya menandung energi alam yang bermanfaat bagi pemakainya baik yang berkaitan dengan kesehatan jazmani maupun  rohani seperti menghilangkan depresi, memaksimalkan daya kerja otak serta dipercaya bisa membawa kedamaian.

6. Batu Opal (Kalimaya)
batu kalimayaOpal atau Batu kalimaya merupakan jenis batuan mulia yang paling banyak dicari baik oleh penghobi maupun kolektor. Keindahan batu ini sudah tidak diragukan lagi, bahkan mereka yang baru mengenal batu mulia sekalipun akan tertarik dengan pesona batu yang mampu mengeluarkan aneka macam warna tersebut.

Baca Juga : Batu Kalimaya Dan Khasiatnya

Batu opal di Indonesia dikenal dengan istilah kalimaya dan banyak ditemukan di Daerah Banten. Harga batu kalimaya sendiri bervariasi tergantung kualitas layaknya batu akik pada umumnya. Harga batu opal/kalimaya termahal sekita 2.500 dollar/karat.

7. Batu Sungai Dareh
1 sungai-darehBatu akik sungai dareh termasuk salah satu batu cincin populer dan termahal saat ini. Batu asal Sumatera Selatan itu kini tengah menjadi incaran para penghobi maupun kolektor. Popularitas batu itu mulai menanjak sejak Presiden SBY dan Barak Obama (Presiden Amerika) di duga mengenakan batu tersebut di jari tangan mereka.

Harga batu sungai dareh berkualitas tentu saja sangat mahal bahkan, namun untuk kualitas sedang yang banyak dijual di pasaran lokal harganya cukup terjangkau, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

8. Batu Giok
batu giokDi Indonesia batu giok sudah dikenal sejak lama, namun popularitas batu ini tidak pernah luntur, terlebih ditengah semakin tingginya penghobi batu akaik belakanhgan ini, sehingga membuat harga batu giok makin mahal.

Keindahan Giok dengan khas warna hijau banyak dijadikan sebagai perhiasan, seperti mata cincin, kalung, liontin dan lain-lain. Namun sebagian orang masih percaya bahwa batu yang sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi di China itu dipercaya bisa membawa keberuntungan, ketentraman dan kedamaian bagi pemiliknya. Baca: Khasiat Batu Giok

9. Batu Kecubung (Amethyst)
batu akik kecubungBatu kecubung termasuk salah satu dari sekian banyak batu akik yang juga tengah menjadi incaran banyak penghobi. Warna khas ungu yang terdapat pada batu ini membuat batu yang biasa disebut Amethyst di pasaran intenternasional itu terlihat mempesona.

Tak hanya bisa dijadikan sebagai perhiasan kecubung juga dipercaya sebagai batu pembawa keberuntungan Baca : Khasiat Batu Kecubung

10. Batu Lavender
batu lavender baturajaDalam sebuah kontes nasional yang pernah diadakan beberapa waktu lalu, Jenis batu lavender spritus baturaja masuk dalam kategori batu terbaik dan berhasil memenangkan kontes, sehingga batu ini menjadi buruan banyak kolektor.

Harga batu lavender yang berhasil memenagkan kontes ditawar Rp. 175 juta namun sang pemilik belum melepasnya. Sejak saat itu batu yang banyak ditemukan di wilayah Simpang dan Segara Kembang Kecamatan Lengkiti Oku Sumatera selatan itu menjadi incaran banyak kolektor dan masuk dalam jajaran batu terpopuler baik di Indonesia maupun di pasaran internasional.

Selain batu yang telah disebutkan, sebenarnya masih banyak batu cincin terkenal dan termahal jenis lain yang saat ini tengah populer di Indonesia termasuk batu giok aceh atau lebih dikenal dengan sebutan Batu Lumut Aceh, batu obi, labrador atau jenis lain.

Itulah Prediksi Batu Mulia Yang Paling Mahal di Tahun 2015 menurut batumulia.id.

Senin, 05 Januari 2015

Perang Harga Batu Sungai Dareh Dan Bio Solar Aceh

Harga batu akik giok Aceh jenis giok solar (indocrase), terus melejit sebagai perbandingannya, batu bacan doko super dari Halmahera saja banyak diperdagangkan di dunia maya hanya dijual seharga Rp2,5 juta atau diatas 3 juta, dan jenis batu pancawarna kristal seharga Rp1,5 juta hingga 2,5 juta, dan batu akik kalimaya black opal seharga Rp1,1 juta dijual hingga 2 juta. sementara batu lain seperti cat eye, batu lapis lazuli, dijual pada kisaran di bawah Rp1,2 juta.

"Sementara batu giok solar gelondongan seberat 3,7 kilogram ditawarkan dengan harga Rp25 juta, diperkirakan satu buah batu akik jenis ini dijual hingga 7 juta per batunya, artinya harga batu asal negri serambi Mekkah ini yang termahal setelah batu lumut Sungai Dareh asal Sumbar," Ujar pengamat batu akik asal Riau, Haji Mukhlis, Kamis (6/11/14).

Dijelaskannya menurut sebagian orang batu giok Aceh merupakan ini adalah salah satu batu akik yang terindah di dunia, menurutnya saat ini yang bisa menyainginya adalah batu akik lumut Sungai Dareh Sumatra Barat.

"Itupun warna pucuk Pisang polos dan berkristal, dipasaran harganya bisa mencapau 17 juta untuk ukuran sedang," tuturnya.

Memang diakuinya selama 24 tahun menjadi pencandu keindahan batu akik dan batu mulia, dirinya telah banyak mengamati keindahan batu akik, namun diakuinya giok Aceh dan batu sungai dareh menjadi primadonanya, walaupun begitu penlainya belum tentu sama dengan pengamat lainnya.

[caption id="attachment_6806" align="aligncenter" width="456"]idocrase bio solar idocrase bio solar[/caption]

[caption id="attachment_6807" align="aligncenter" width="637"]idocrase bio solar idocrase bio solar[/caption]

[caption id="attachment_6808" align="aligncenter" width="679"]idocrase bio solar idocrase bio solar[/caption]

[caption id="attachment_6809" align="aligncenter" width="832"]idocrase bio solar idocrase bio solar[/caption]

[caption id="attachment_6810" align="aligncenter" width="798"]idocrase bio solar idocrase bio solar[/caption]

"Seharusnya amatan saya ini harus didukung hasil pengujian dilabor dan mengundang banyak pengamat lainnya guna menentukan batu mana yang indah diantara kedua batu asal sumatra ini," Jelasnya.

Sementara menurut aura yang keluar dari batu ini giok Aceh punya ciri jika dipegang terasa dingin, apalagi batu sungai dareh setiap pemakainya selain dingin juga membawakan aura dmai kepada pemakainya, ini berbeda dengan batu mulia dari Garut dan batu bacan yang tidak dingin.

"Kalau warna diakui indah batu Garut dan batu bacan serta batu daerah lainnya, kalau tak percaya coba saja memakinya," Tukasnya.

[caption id="attachment_6811" align="aligncenter" width="500"]Batu Sungai Dareh Batu Sungai Dareh[/caption]

[caption id="attachment_6812" align="aligncenter" width="500"]Batu Sungai Dareh Batu Sungai Dareh[/caption]

[caption id="attachment_6813" align="aligncenter" width="508"]Batu Sungai Dareh Batu Sungai Dareh[/caption]

Sedikit melongok kedaerah asalnya ii Aceh, dimana daerah penghasil giok yang baru saja muncul setelah Giok China berasal dari Kabupaten Nagan Raya, Sungai Lumut di Aceh Tengah, dan Gayo Lues, dan batu Lumut sungai dareh berasal dari hampir seluruh desa di Kabupaten Dalmas Raya, Sumatra Barat.

Anda sendiri pilih Bio Solar atau Sungai Dareh?